Jangan Asal Forward

SEMOGA TDK TERJADI…. آمِيـنَ … آمِيـنَ … يَا رَبَّ الْعَالَمِيـنَ

** Mar 21 Wed 18:09 **
Gempa berkekuatan 10 SR. Akan mengguncang jogja pd tengah malam nanti, pesan dari george wisley: bahwa malam ini di 4 negara akan kedatangan gempa yg sangat besar. BMG Telah menulusuri gempa tsb,ternyata gempa tsb benar2 akan terjadi.
DI Indonesia terjadi pada kota yogyakarta ,di india bangladess,di filipines quartos ,di srilangka linggarat dan yang terakhir brazil.
Gempa tsb mengguncang dunia Dari jam 12.00-02.00. Dinihari.
Klo anda tdk percya skarang anda telusury di internet atau nonton di tv one malam nanti.
Klo ada sanak saudara anda di tempat tsb, beritakanlah skr dg mengirim sms ini. Bantu doa ♣::Ɣå媪

Broadcast message ini saya dapatkan tanggal 21 Maret sore menjelang malam dari seorang teman. Segera setelah menerimanya, saya yang sedang kurang kerjaan googling nama George Wisley, tapi ternyata tidak menemukan yang sesuai dengan bidang gempa, ilmu kebumian lain, atau ramal-meramal sekalipun. Malah Mbah google kemudian menyarankan nama George Weasley. Laaah.. Kalau itu kan salah satu tokoh di Harry Potter… Dan Alhamdulillah sampai saat ini Yogyakarta masih berhati nyaman tak kurang suatu apa.

Hal ini makin mengukuhkan fakta bahwa informasi yang beredar di masyarakat saat ini tidak selalu benar. Semakin mudah teknis pengiriman pesan, makin tak terkontrol kebenaran isi pesan yang dikirimkan. Setiap ada info langsung kirim boardcast message ke semua kontak bbm, pasang status di facebook, forward ke mailing-list, retweet, dan sebagainya. Tanpa merasa perlu mengecek dulu kebenaran dari informasi yang dikirimkan itu dan juga tanpa mempertimbangkan dampak dari penyebaran informasinya.

Banjir informasi seperti ini kemudian menimbulkan dampak yang kurang baik di masyarakat, misalnya:
1. Keresahan atau ketakutan karena penyebaran informasi yang berisi ancaman bahaya seperti yang saya jadikan contoh di atas.
2. Apatis terhadap informasi yang dikirimkan secara massal, padahal pada suatu waktu bisa jadi informasi yang dikirimkan benar. Hasilnya, bisa jadi ketika ada informasi yang benar justru diabaikan. Hal ini terjadi pada saya ketika pertama kali saya mendapatan broadcast message tentang tomcat yang menyertakan kalimat “sebarkan ke seluruh kontak-mu”, saya langsung berpikir “paling hoax lagi ini..”. Tapi ternyata wabah itu memang benar adanya.

Bisa dipahami bahwa forward-forward informasi ini niatnya baik, supaya para saudara dan sahabat menjadi waspada, sehingga mengurangi dampak dari risiko jika sesuatu hal yang buruk itu benar-benar terjadi. Kalau kita mempunyai fasilitas dan kesempatan untuk mem-forward informasi itu dengan mudah, mestinya mudah juga bagi kita untuk melakukan pengecekan terlebih dahulu atas kebenaran informasi itu. Paling tidak Mbah Google selalu siap membantu.

Jadi, jangan asal forward, baca dulu dengan teliti pesan yang didapat. Kalau ragu, cari tahu dulu kebenarannya. Tidak akan memakan waktu lebih dari 5 menit untuk melakukannya. Kalau sudah yakin dengan kebenarannya baru deh forward. Jadi niat baik kita benar-benar akan mendatangkan kebaikan, bukan justru menghaslkan yang sebaliknya.

 

Bersamamu adalah Bahagia

Sayangku,
Senyum-mu menyebarkan bubuk peri penuh bintang-bintang
Aroma tubuhmu mengajakku terus bersemangat melalui hari
Halus dan kenyalnya tubuhmu yang memeluk-ku sayang, membuatku yakin bahwa aku dicintai
Ucap candamu bagai ribuan confetti memeriahkan pesta tiap waktu
Keluasan hati-mu mengajariku bahwa memaafkan itu mudah dan memahami itu menyenangkan

Putriku, bersamamu adalah bahagia

Orang Tua Cerdas, Anak Hebat!

Copas dari email Program Edukasi Kesehatan Anak untuk Orangtua (PESAT) Yogyakarta. Semoga bermanfaat

Dear Smart Parents,
Sebagai wujud kepedulian pada kesehatan anak-anak, serta meningkatnya keinginan para orangtua akan pengetahuan yang komprehensif tentang kesehatan anak, maka kami Panitia Program Edukasi Kesehatan Anak
untuk Orangtua (PESAT) Yogyakarta, dibawah bimbingan dr. Purnamawati, SpAK, MMPed, (didukung oleh Yayasan Orang Tua Peduli/YOP dan WHO),
akan mengadakan PESAT 5 Yogyakarta

WAKTU : Sabtu dan Minggu, 10-11 Maret 2012 Pukul 08.30-15.00 WIB

Sesi I (Sabtu, 10 Maret 2012) Pukul 08.30-15.00 WIB

Topik 1 : Seputar Imunisasi

Apakah perlu imunisasi?,
Apakah imunisasi memberikan proteksi terhadap berbagai infeksi?,
Apa itu imunisasi simultan, cacth up?
Adakah bahaya dan efek samping imunisasi?
Apakah bahaya tersebut lebih besar dari kegunaannya?
Tuntaskan keingintahuan Anda dengan menyimak dan berdiskusi pada sesi ini

Topik 2 : Common Problems (Batuk Pilek, Diare, Konstipasi, Muntah)

Diare, muntah, sakit perut, batuk dan pilek
adalah beberapa penyakit yang sering diderita anak-anak.
Kebanyakan penyakit anak-anak disebabkan oleh infeksi virus.
Sudah tahukah kita tata laksana yang tepat untuk itu?
Does my child really need drugs? Perlukah saya panik?
Kapan saya harus membawanya ke Dokter atau Rumah Sakit? Diskusikan disini!

Topik 3 : Demam Dengue, Thypus, DBD

Apa itu Demam Berdarah, Demam Berdarah Dengue,
Demam Dengue dan Demam Tifoid?
Bagaimanakah mengetahui gejala demam berdarah sejak dini?
Perlukah test darah?
Apakah jumlah trombosit yang turun berarti positif demam berdarah?
Dan bagaimana tata laksana penanganan demam berdarah?
Apakah gejala typhus merupakan diagnosis yang valid?
Bagaimana mengetahui seorang pasien positif typhus?
Semua akan dibahas panjang lebar disini.
Bagaimana cara penanganan yang tepat untuk keadaan gawat darurat
seperti ini pada Anak?
Temukan jawabannya pada sesi ini.

Sesi II (Minggu, 11 Maret 2012) Pukul 08.30-15.00 WIB

Topik 1 : TBC Pada Anak

Flek di paru-paru = TBC, benarkah demikian?
Tahukah kita bahwa menegakkan diagnosa TBC pada anak itu sangat sulit?
Overdiagnosed of TB berkonsekuensi anak harus rutin minum obat anti TBC
yang akan berefek pada hatinya.

Topik 2 : Bijak dengan Antibiotik

“Saya tidak bisa sembuh kecuali minum antibiotik”,
“ini kan indonesia,jadi kalau sakit harus minum antibiotik”.
Temukan penjelasan apakah antibiotik itu, kapan harus konsumsi,
tata laksana konsumsi, dan mampukah antibiotik bekerja untuk semua penyakit?
“Kalau diresepkan antibiotik, harus dihabiskan….”. Benarkah?
Temukan penjelasan tentang Antibiotika, saat tepat untuk mengkonsumsi
dan tata laksana konsumsi antibiotika, dalam sesi khusus tentang AB
ini.

Topik 3 : Layanan Kesehatan Terbaik untuk Konsumen, Rational Use of
Medicines (RUM)

Bagaimanakah konsep layanan kesehatan yang seharusnya?
Dapatkah terjalin suatu kemitraan yang kuat antara pasien dengan dokter?
Siapakah yang memikul tanggungjawab layanan kesehatan?
Apakah setiap gejala penyakit harus diobati (*a pill for an ill*)?
Jangan sampai ketinggalan diskusi ini agar kita dapat lebih bijak
danrasional menggunakan obat

PEMBICARA:
dr. Purnamawati S Pujiarto, Sp.Ak, MMPed
dr. Ardiana Kusumaningrum

Pembicara Smart Parent :
Chandra Rudi Sanjaya

LOKASI ACARA:
Gedung PT. Bank Bukopin, Tbk.
Jl. Diponegoro No. 99-101
Yogyakarta

PENDAFTARAN DAN KONFIRMASI PEMBAYARAN:

SMS :
Fitri : 081 227 012 891
Najiah : 081 382 668 956
Rani: 081 804 034 777

Email : pesat5_jogja@yahoo.co.id

BIAYA KEIKUTSERTAAN:

- Per sesi/hari/orang: Rp 100.000,-
- Terusan (2 sesi)/orang : Rp 180.000,-

Discount khusus untuk Anggota Jogja Parenting Community

Biaya diatas termasuk biaya penggandaan makalah, seminar kit, dan konsumsi

Pembayaran bisa dilakukan melalui :
BCA no rek. 0372220137 an. Ferial Rani Hj
Mandiri no rek. 1370000077707 an. Ferial Rani Hj

KONFIRMASI PEMBAYARAN
Sms melalui Rani: 081 804 034 777

Note :apabila tidak menggunakan rek sendiri mohon mencantumkan/
mengkonfirmasikan kepada panitia, untuk cross check data.

PERSYARATAN DAN TATA TERTIB :
a. Mohon kehadiran peserta 30 menit sebelum acara untuk pendaftaran ulang.
b. Membawa bukti transfer.
c. Membawa copy buku kesehatan anak dan copy resep dokter anak
d. Apabila mendaftar Via Email mohon mengisi form pendaftaran sebagai berikut :

DATA PESERTA
Nama:Suami / Istri (untuk Peserta Pasutri) : ……..
Status: Single/Married
Alamat:Nomor telepon/HP yg mudah dihubungi:
Email yg aktif di gunakan:
Jumlah Anak:
Nama Anak / Tanggal Lahir (Usia):(1) ………… (2) …………
Sesi yang diikuti : (*lingkari pilihan Anda)
1. Sesi I : sendiri / pasangan
2. Sesi II : sendiri / pasangan.

e. Perhatian: Bagi calon peserta yg memiliki kemudahan akses internet,
diharapkan dengan sangat untuk mendaftar melalui email ke panitia
pesat5_jogja@yahoo.co.id
f.Untuk mendapatkan pengetahuan yang menyeluruh, diharapkan
untukmengikuti seluruh sesi
g. Pendaftaran bisa melalui salah satu panitia [pendaftaran dan
pertanyaan melalui milis tidak bisa kami layani]
h. Pendaftaran ditutup apabila quota telah terpenuhi

Salam Hangat,
Panitia PESAT 5 Yogyakarta

Seminar Pesat ini bekerja sama dengan :
Jogja Parenting Community, PT. Bukopin, Tbk. Yogyakarta.

Open House Sekolah Tumbuh

Masa kenaikan kelas memang masih sekitar 4 bulan lagi. Tapi bagi anda yang berencana memasukkan putra/putri ke  SD dan SMP swasta di Jogja, saat ini tentunya sudah masuk masa-masa pencarian sekolah. Bahkan konon beritanya di beberapa SD kursi kelas 1 sudah terisi penuh lho!

Bagi yang masih ingin mengumpulkan referensi, mungkin informasi ini berguna. Sekolah Tumbuh tempat Vari, putri saya, belajar akan mengadakan open house pada hari Sabtu, 11 Februari 2012 besok. Student enrollment akan dimulai jam 9.00. Disini orang tua bisa mendapatkan informasi tentang pendaftaran murid baru di SD Tumbuh 2, SD Tumbuh 3, dan SMP Tumbuh.

Selain itu, digelar juga pentas karawitan, tari, biola, dan pentas adat papua. Ada juga pameran batik. Batik hasil karya putri saya akan dipamerkan juga disana lho! *bangga.com* Setelah menikmati pentas, pengunjung dapat melihat dan mendapatkan informasi tentang fasilitas-fasilitas yang ada di SD Tumbuh 2 (kelas, perpustakaan dan lab komputer).  Terdapat aneka workshop di perpustakaan, kelas 1, dan lab komputer bagi putra-putri. Jadi putra-putri yang sedang mencari sekolah bisa mencoba dulu fasilitas-fasilitas yang ada. Para siswa juga mengadakan peace campaign, workshop karya, science fair, dan juga pemeriksaan kesehatan oleh para dokter kecil.

Pada hari itu rencananya Sekolah Tumbuh juga mengadakan berbagai lomba, seperti lomba menulis cerita rakyat (kelas 1-6), lomba kreasi dan membaca puisi dengan tema keragaman budaya, keanekaragaman hayati dan no bullying (kelas 5 dan 6), lomba membuat alat peraga matematika (kelas 5 dan 6). Sedangkan untuk TK akan diadakan lomba menggambar dengan tema “Aku Cinta Budaya Indonesia” dan lomba membuat kreasi wayang dari kardus bekas. Vari rencananya akan ikut lomba menulis cerita rakyat. Ada yang mau bertanding dengannya?

Tertarik? Silahkan meluncur ke Sekolah Tumbuh (SD Tumbuh 2 dan SMP Tumbuh) di Kompleks JNM (ex kampus ISI) Gampingan. Lihat dan rasakan bedanya ;)

 

Bangkit!

Lelah, kadang putus asa karena sejuta coba
Aku paham rasanya
Kau kan tau, aku pernah mengalaminya

Langkahmu itu tetap harus maju
Tak harus laju, tapi jangan membatu
Kaki-mu akan makin berat kalau kau biarkan membeku

Ayolah lawan segala sakit
Walau pasti akan bertemu pahit
Kau harus bangkit!

Bukan untuk aku
Bukan juga hanya untukmu
Tapi untuk semua kepercayaan yang telah disandangkan di bahumu

Kamu mampu kalau kau mau

Pancake Apel Gulung

Minggu pagi, di rumah tidak ada roti. Duuh… masak mau makan mie lagi…Tengok kulkas, aduk-aduk lemari. Berpikir untuk membuat sarapan yang agak bergizi. Akhirnya dapat ide untuk membuat pancake apel ini.

Bahan kulit: 1 butir telur, tepung terigu, gula pasir, sedikit garam, air. Aduk sampai jadi adonan cair yang rata. Lalu goreng dengan sedikiiit minyak. Kalau tidak mau ribet, bisa juga pakai kulit lumpia yang siap pakai. Tapi saya lebih suka buat sendiri karena putri saya suka yang manis, sedangkan kulit lumpia kan tidak ada rasanya, tipis lagi, ga bikin kenyang.

Bahan isi: apel potong kecil-kecil, rendam di air garam agar warnanya tidak jadi coklat, tiriskan. Kalau dirasa masih basah, sangrai sebentar untuk menghilangkan airnya. Setelah kering, campur dengan susu kental manis putih. Putri saya lebih suka lagi jika dicampur juga dengan meses. Kapan-kapan saya ingin coba membuat lagi yang dicampur dengan selai strawberry.

Setelah kulit dan isi siap, tuang potongan apel ke atas kulit, digulung, selesai deh!

 

Ps: maaf tidak pakai ukuran karena saya buatnya main campur-campur, tambah-tambah, dan aduk-aduk saja. Ini bukan sharing resep, hanya sharing ide :D

Perhatikan!

Saya dan orang yang tepat untuk saya ^_^

Seorang teman menulis status di facebook-nya “Perhatikan istrimu sebelum orang lain memperhatikannya”. Sungguh, saya suka dengan status ini. Bukan karena saya seorang istri lho! Bagi saya, kata “istri” dalam kalimat tersebut lebih saya maknai sebagai “pasangan” jadi bisa istri, bisa suami.

Sering kali, setelah melalui beberapa tahun pernikahan (atau bahkan lebih awal) seorang suami mengeluhkan bahwa bentuk tubuh istrinya sudah tak seindah dulu. Istri tidak bisa diajak berdikusi tentang hal-hal yang diminati suami. Istri tidak juga mengerti dengan tugas-tugas yang seharusnya dijalankan dalam perannya sebagai istri, tidak pintar masak, tidak baik dalam menata rumah, tidak teliti mengurus kesehatan anak, dan lain-lain.

Istri pun sama saja. Daftar keluhan atas suami tak kalah panjang. Suami tidak memberi perhatian seperti dulu lagi, tidak mau ikut mengurus pekerjaan-pekerjaan rumah, tidak mau ikut memperhatikan perkembangan anak, merasa pembagian tugas di rumah tidak adil, dan lain-lain.

Karena ketidakpuasan yang bertumpuk itu akhirnya kebaikan-kebaikan pasangan menjadi tertutup. Apalagi jika kebetulan ada orang lain yang dekat dan kebetulan memiliki hal-hal yang tidak dimiliki si pasangan, ketidakpuasan makin menjadi! Komplain makin sering dilontarkan pada pasangan. Namun jika kemudian ada orang lain yang dekat dengan pasangan, memberikan perhatian, dan memujanya, kalang kabut!

Hey! Cobalah berkaca. Ketika suami mengeluhkan istrinya menggemuk, apakah badan suami juga six pack? Jika mengeluh istri tidak menjaga penampilannya, apakah suami sudah memberikan kesempatan untuk pergi ke salon merawat tubuhnya, bukannya mengikatnya dengan tumpukan pekerjaan di rumah? Ketika istri merasa suami berkurang perhatian, apakah perhatian istri kepada suami juga masih sebesar dulu? Atau jika mengeluh suami tak mau membantu pekerjaan rumah, jangan-jangan memang istri yang terlalu memanjakan diri dan lambat dalam menangani pekerjaannya.

Padahal, jika kita bertanya pada orang-orang terdekat kita, bagaimana mereka menilai pasangan kita, mungkin kita akan mendapatkan berjuta puja dan puji bagi pasangan kita. Orang lain yang mengenal kita cukup dekat, kadang mempunyai pengamatan yang lebih obyektif.

Jadi, jika ketidakpuasan mulai terasa, jangan buru-buru komplain dan mengomel di status fecebook. Bicarakan berdua, karena segala hal yang terjadi di dalam rumah tangga adalah risiko dari komitmen yang telah disepakati saat menikah dulu. Dan tentu saja curhat dan mohon solusi kepada Tuhan. Cara terakhir, bicarakan dengan orang-orang terdekat (keluarga lebih utama, atau sahabat karib). Sebetulnya pantang membicarakan masalah keluarga dengan orang lain. Tapi kalau sudah tak tahan, sudah merasa menjadi orang paling merana di dunia, rasanya tak ada salahnya bertukar pikiran dan rasa dengan mereka, InsyaAllah mereka akan membuat kita lebih ringan.

Jangan tunggu sampai ada orang lain yang lebih dulu memberikan perhatian kepada pasangan anda. Apresiasi kelebihannya dan kasihi. Jadikan komplain sebagai bentuk kasih sayang, untuk saling memperbaiki diri, berikan sesuai porsinya dan terima dengan ikhlas. Pasangan kita pasti bukan orang yang sempurna, tapi InsyaAllah dia adalah orang yang paling tepat bagi kita. Mengutip kalimat seorang sahabat, jika menikah memang menjadi pilihan hidup, maka bersama pasangan kita lah hidup ini jadi lebih mudah dilalui, dibandingkan jika dilalui dengan orang lain :)

 

(ditulis berdasarkan pengalaman pribadi dan orang-orang terdekat, untuk mengingatkan diri sendiri)

Ketika Mereka Pergi

Dua berita duka saya terima hari ini, Pakdhe saya dan seorang sahabat dipanggil menghadap Penciptanya. Pakdhe saya berusia 79 tahun, sudah beberapa waktu ini terkena komplikasi sakit di jantung dan ginjalnya. Meninggalkan seorang istri, 5 orang anak, 4 menantu, dan 10 cucu. Sahabat saya, seorang ibu muda usia 35 tahun. Meninggalkan seorang suami dan seorang anak usia TK. Sesaat sebelum meninggal beliau melahirkan bayi usia 4 bulan yang belum siap melihat dunia dan akhirnya akan membukakan pintu bagi ibunya di surga.

Kondisi keduanya sebelum meninggal jauh berbeda. Kesiapan keluarga yang ditinggalkan tentu juga berbeda. Namun keduanya sama-sama meninggalkan duka yang mendalam. Saya jadi teringat saat Bapak saya berpulang dua tahun yang lalu. Sebelum meninggal beliau telah sakit selama setengah tahun. Dua bulan terakhir beliau habiskan dengan berbaring di atas tempat tidur karena tulang belakangnya sudah tak sanggup menyangga tubuh untuk duduk, apalagi berdiri. Selama berminggu-minggu kami telah menyiapkan diri untuk kemungkinan terburuk bagi kami, kehilangan Bapak. Asalkan memang itu jalan yang terbaik untuk beliau. Tapi betapa pun siapnya kami, ketika Bapak benar-benar pergi, kesedihan yang datang tetap besar. Rasa kosong di hati perlu waktu yang cukup lama untuk pulih kembali.

Jadi, bagaimana pun cara kepergian orang yang kita cintai, sekuat apapun kita siap ditinggalkan, kepergian itu akan tetap menjadi duka dan kadang juga penyesalan. Hal ini mengingatkan saya agar selalu mensyukuri kesempatan yang masih diberikan oleh Allah untuk melewati hari dengan orang-orang terkasih. Betapa pun mereka terkadang membuat kesal atau bahkan membuat hati terluka, tidak ada alasan untuk tidak mencintai dan mensyukuri atas apa yang saya miliki saat ini. Yang saya miliki harus saya syukuri.

Bestik Lidah Harjo

Bestik lidah

Suatu malam, pada jam makan malam, ketika kami melintasi Solo adik saya bertanya “Mau makan apa? Nasi liwet apa timlo” Duh, bosen amat, tiap kali ke Solo selalu dua makanan itu yang disantap. Untung adik saya cukup akrab dengan Solo dan kemudian menawarkan bestik lidah. Siip! Mari kita coba!

Maka kami meluncur ke daerah Pasar Kembang (jangan samakan dengan pasar kembang yang di Jogja ya…). Yang kami tuju adalah warung “Bestik Lidah Harjo”, sebuah warung kecil di pinggir jalan, yang meja-kursinya pun tak banyak, sehingga kami saat itu harus duduk lesehan di samping warung. Bagi yang mudah masuk angin, duduk lesehan ini tidak saya sarankan, karena tanpa atap, angin bertiup cukup kencang di sana.

Risoles kuah

Kami memesan beberapa jenis menu. Kedua adik saya memesan risoles kuah, putri saya memesan bestik telur, ibu saya memilih bestik lidah, dan saya yang malam itu sedang putus asa dengan menu memilih nasi goreng ati-ampela. Semuanya dipatok dengan kisaran harga Rp15.000 – Rp19.000.

Seperti biasa, minuman datang terlebih dahulu. Wedang coklat, teh panas, dan jeruk panas. Semuanya enak, cocok di lidah kami. Lumayan membantu mengusir dingin di malam itu. Saat para bestik datang dan kami cicip semua, kami makin jatuh cinta dengan warung sederhana itu. Kalau saya yang berkata “enak” itu mungkin biasa, tapi karena kali ini Ibu saya yang

Bestik telur

sangat mahal memberikan nilai pada masakan juga berkata “enak” maka percayalah bahwa bestik Harjo ini memang enak. Risoles kuah berisi daging giling dan telur yang dibungkus dengan kulit risoles yang empuk (karena telurnya lebih dominan daripada tepung) dilengkapi dengan kentang, wortel, selada, dan mayonaise. Bestik telur berisi telur dadar dan lidah di bestik lidah adalah lidah goreng yang dipotong dadu. Nasi gorengnya juga enak, tidak berminyak.

Kalau kami ke Solo lagi, rasanya akan mampir lagi ke Bestik Harjo :)